alkisah sebuah daerah di purbalingga yang diberi nama congot. Congot merupakan lokasi bertemunya kali Klawing yang berhulu di Kr reja dan kali serayu yang ber mata air di Tuk bima lukar di dataran tinggi dieng.Congot berlokasi di desa kedung benda kecamatan kemangkon purbalingga.....nah, lokasinya terpencil dan sebenarnya sangat nyaman untuk menyepi dan ehm....**** tapi berhubung kondisi sekitarnya panas en jarang ada pohon maka jadi tidak nyaman deh.oia, untuk route masuk ke lokasi ya, agak repot juga soalnya jauh dari kota. tapi sebentar lagi akan dibangun jembatan penghubung kemangkon-sokaraja yang konon bisa mempercepat jalur semarang-purwokerto, jadi lebih dekat deh dan lagi congot tak lagi tersisihkan.
cari
08 February 2011
04 January 2011
purbalingga belt road (semoga jadi jalan)
purbalingga belt road merupakan jalan besar, sedang, maupun kecil yang jadi pengeliling purbalingga.beberapa jalan itu antara lain:
1.kr-reja - kutabawa - serang - perhutani.....tembus
2. kr cegak (kutasari)... candiwulan...cendana (jln kecil)-limbangan...kr aren (agak besar)
3. kr.gambas(padamara)....mipiran...kr.pule
4. manduraga(kalimanah)...blater...(jln besar)...jompo(sedang)...kr.tengah(kecil)....semilir...kalialang
5.kd.benda...senon(kemangkon),jalan besar....pelumutan(jl kecil).....majatengah...kd.legok...kemangkon(agak besar)
6. wirasaba(bukateja).....kembangan (agak besar).....majasari(jln utama)...kr cengis...kutawis
7.kejobong..langgar...kedarpan(jl kecil)
8.panunggalan(pengadegan)....bedagas(jl besar)
9. wlahar(rembang)....bantarbarang..kr bawang...(agak besar)...gn wuled(extreem)...tanalum(jl kecil)...penusupan
10.tunjung muli(kr moncol)...kramat...sirau
11. danasari(kr jambu)...jingkang...sanguwatang-sirandu
12gondang...kr reja(agak besar)
jika ke 12 jalur tersebut dihubungkan akan tercipta purbalingga belt road yang terbagi atas:
1-4 PBR BARAT
5-6 PBR SELATAN
7-9 PBR TIMUR
10-12 PBR UTARA
1.kr-reja - kutabawa - serang - perhutani.....tembus
2. kr cegak (kutasari)... candiwulan...cendana (jln kecil)-limbangan...kr aren (agak besar)
3. kr.gambas(padamara)....mipiran...kr.pule
4. manduraga(kalimanah)...blater...(jln besar)...jompo(sedang)...kr.tengah(kecil)....semilir...kalialang
5.kd.benda...senon(kemangkon),jalan besar....pelumutan(jl kecil).....majatengah...kd.legok...kemangkon(agak besar)
6. wirasaba(bukateja).....kembangan (agak besar).....majasari(jln utama)...kr cengis...kutawis
7.kejobong..langgar...kedarpan(jl kecil)
8.panunggalan(pengadegan)....bedagas(jl besar)
9. wlahar(rembang)....bantarbarang..kr bawang...(agak besar)...gn wuled(extreem)...tanalum(jl kecil)...penusupan
10.tunjung muli(kr moncol)...kramat...sirau
11. danasari(kr jambu)...jingkang...sanguwatang-sirandu
12gondang...kr reja(agak besar)
jika ke 12 jalur tersebut dihubungkan akan tercipta purbalingga belt road yang terbagi atas:
1-4 PBR BARAT
5-6 PBR SELATAN
7-9 PBR TIMUR
10-12 PBR UTARA
28 December 2010
alun alun turn into market when holiday time
purbalingga, dec 2010
when you visit purbalingga in this day you'll find alun-alun in the center of the city that turn into season market. in our language = pasar musiman. we can find many merchant specially clothes and kids toys.
actually it's really disturbing for the pedestrian or someone visit alun-alun just for relax, and i was one of them.
congrotulation for the merchant, parking attendant and someone whos got lucky but not for me because alun-alun change into crowded and dirty place. in the banyan tree change into toilet(huh its very smelly urine)
just like in the traditional market.
when you visit purbalingga in this day you'll find alun-alun in the center of the city that turn into season market. in our language = pasar musiman. we can find many merchant specially clothes and kids toys.
actually it's really disturbing for the pedestrian or someone visit alun-alun just for relax, and i was one of them.
congrotulation for the merchant, parking attendant and someone whos got lucky but not for me because alun-alun change into crowded and dirty place. in the banyan tree change into toilet(huh its very smelly urine)
just like in the traditional market.
25 August 2010
Pengembangan desa-desa ujung Purbalingga
Dalam usaha meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan meningkatkan pendapatan daerah diperlukan berbagai usaha yang mungkin dilakukan dalam pembangunan dan pengembangan suatu kabupaten,
contohnya antara lain...dalam hubungannya dengan desa-kota yaitu:
Desa sebagai suatu wilayah sering kali hanya dijadikan daerah penyokong berbagai kebutuhan kota . sering kali banyak yang menjadikan sebagai tempat sepi dan kurang diperhatikan. Namun sudah saatnya ada usaha untuk masing-masing individu mengembangkan dan berusaha di desanya, serta bagaimana caranya agar menjadi ramai dan pembangunan akan lebih merata
Desa ujung kabupaten merupakan desa yang berhubungan langsung dengan kabupaten lain, beberapa daerah lebih memilih desa tetangga sebagai tempat berusaha (mungkin karena ramai)hal ini akan menyebabkan pendapatan suatu kabupaten akan mengalir ke luar.
untuk menngatasi hal tersebut salah satunya adalah dengan pembenahan desa ujung contohnya pembangunan pusat keramaian swadaya di desa tersebut
di purbalingga cukup banyak desa ujung antara lain...:
berdasarkan tapal batasnya terbagi menjadi 3 tapal batas yaitu:
desa berbatasan dg hutan lindung atau hutan rakyat, desa berbatasan dg sungai/sungai kecil dan desa yang berbatasan dg sawah atau pekarangan.
desa yang berbatasan dengan gunung, atau hutan cenderung lebih memilih daerahnya sebagai tempat berusaha, kecuali ada jalan tembus sedangkan desa yang berbatasan dg sawah, pekarangan atau sungai kecil cenderung bebas sedang yang ketemu sungai besar pikir-pikir dulu, tapi biasanya ada tempat penyeberangan.
berdasarkan arus lalu lintas yg melewati ada 3 tingkat yaitu:
1. lalu lintas ramai
yaitu:
ds kutabawa, karangreja (kr reja) berbatasan dg pemalang
ds kltinggar(padamara) berbatasan dg kec sumbang banyumas
ds kembangan (bukateja) berbatasan dg kec klampok banjarnegara
ds jompo (kalimanah) berbatasan dg kec sokaraja banyumas
2. lalu lintas sedang (biasanya jalur alternatif/berupa desa)
ds panunggalan (pengadegan) menuju banjarnegara
ds timbang (kejobong) menuju banjarnegara
ds krgedang (bukateja) menuju banjarnegara
ds krnangka (bukateja) menuju banjar negara
3. lalu lintas sepi (biasanya kurang dikenal)
ds gunungwuled(rembang) menuju kec pandanarum banjarnegara
ds danasari (krjambu) menuju kec watukumpul pemalang
ds cendana (kutasari) menuju kec sumbang banyumas
ds manduraga (kalimanah) menuju kec kembaran banyumas......UMP alternatif road
ds kalialang (kemangkon) menuju kec sokaraja banyumas
selanjutnya perlu dilakukan pengembangan terhadap desa ujung kabupaten antara lain....:
.........daerah perbatasan perlu diperhatikan dan dikembangkan dengn tidak menganakemaskan ........
contohnya antara lain...dalam hubungannya dengan desa-kota yaitu:
- pengembangan wilayah kota dengan pemberian zonasi khusus menurut kharakter dan kemampuan suatu daerah
- perbaikan sarana dan prasarana daearah penghubung desa dan kota
- penerapan aturan-aturan penunjang investasi
- pengembangan desa-desa ujung kabupaten
- peningkatan kualitas SDM baik di desa maupun kota dg pelatihan-pelatihan
- peningkatan gairah berwirauasaha masyarakat desa, dll
Desa sebagai suatu wilayah sering kali hanya dijadikan daerah penyokong berbagai kebutuhan kota . sering kali banyak yang menjadikan sebagai tempat sepi dan kurang diperhatikan. Namun sudah saatnya ada usaha untuk masing-masing individu mengembangkan dan berusaha di desanya, serta bagaimana caranya agar menjadi ramai dan pembangunan akan lebih merata
Desa ujung kabupaten merupakan desa yang berhubungan langsung dengan kabupaten lain, beberapa daerah lebih memilih desa tetangga sebagai tempat berusaha (mungkin karena ramai)hal ini akan menyebabkan pendapatan suatu kabupaten akan mengalir ke luar.
untuk menngatasi hal tersebut salah satunya adalah dengan pembenahan desa ujung contohnya pembangunan pusat keramaian swadaya di desa tersebut
di purbalingga cukup banyak desa ujung antara lain...:
- kec kr reja........desa kutabawa, serang, siwarak, kr reja dan gondang
- kec kr jambu.......desa sirandu, sanguwatang, jingkang, Danasari
- kec bojongsari.......desa bumisari
- kec kutasari.....desa candiwulan, cendana dan limbangan
- kec padamara........mipiran, krgambas, kalitinggar k, krpule
- kec kalimanah....manduraga, blater, jompo
- kec kemangkon.......kalialang, kdbenda, bokol, pelumutan, majatengah, kdlegok, kemangkon(batas sungai serayu)
- kec bukateja....wirasaba, kembangan, cipawon, krcengis, krgedang, krnangka, kutawis
- kec kejobong.......langgar, timbang, nangkod
- kec pengadegan.....panunggalan, bedagas
- kec rembang........bantarbarang, krbawang, gnwuled, tanalum, panusupan(hutan dan gunung)
- kec kr moncol....tjmuli, kramat, sirau.
berdasarkan tapal batasnya terbagi menjadi 3 tapal batas yaitu:
desa berbatasan dg hutan lindung atau hutan rakyat, desa berbatasan dg sungai/sungai kecil dan desa yang berbatasan dg sawah atau pekarangan.
desa yang berbatasan dengan gunung, atau hutan cenderung lebih memilih daerahnya sebagai tempat berusaha, kecuali ada jalan tembus sedangkan desa yang berbatasan dg sawah, pekarangan atau sungai kecil cenderung bebas sedang yang ketemu sungai besar pikir-pikir dulu, tapi biasanya ada tempat penyeberangan.
berdasarkan arus lalu lintas yg melewati ada 3 tingkat yaitu:
1. lalu lintas ramai
yaitu:
ds kutabawa, karangreja (kr reja) berbatasan dg pemalang
ds kltinggar(padamara) berbatasan dg kec sumbang banyumas
ds kembangan (bukateja) berbatasan dg kec klampok banjarnegara
ds jompo (kalimanah) berbatasan dg kec sokaraja banyumas
2. lalu lintas sedang (biasanya jalur alternatif/berupa desa)
ds panunggalan (pengadegan) menuju banjarnegara
ds timbang (kejobong) menuju banjarnegara
ds krgedang (bukateja) menuju banjarnegara
ds krnangka (bukateja) menuju banjar negara
3. lalu lintas sepi (biasanya kurang dikenal)
ds gunungwuled(rembang) menuju kec pandanarum banjarnegara
ds danasari (krjambu) menuju kec watukumpul pemalang
ds cendana (kutasari) menuju kec sumbang banyumas
ds manduraga (kalimanah) menuju kec kembaran banyumas......UMP alternatif road
ds kalialang (kemangkon) menuju kec sokaraja banyumas
selanjutnya perlu dilakukan pengembangan terhadap desa ujung kabupaten antara lain....:
- perbaikan/pelebaran jalan sebagai penghubung dari desa antar kabupaten
- pembuatan sentra keramaian swadaya desa yang berisi gabungan toko-toko dari pengusaha di desa tersebut dngan cara pertukaran/pertukaran sewa tanah. toko yang ada diharapkan merupakan kebutuhan pokok dan beberapa industri kreatif yang memungkinkan adanya ketertarikan terhadap desa tersebut....beberapa spot terbaik untuk sentra ini adalah
- bumisari (bojongsari)
- siwarak (krreja)
- sanguwatang (krjambu)
- bantarbarang (rembang)
- candiwulan (kutasari)
- langgar (kejobong)
- krgedang/kembangan(bukateja)
- manduraga (kalimanah)
- kdbenda (kemangkon)
- untuk desa k.tinggar, jompo dan krreja perlu ditingkatkan semangat berwirausaha bagi masyarakatnya......(telah menuju desa semi kota)
- pembuatan /penguatan sentra agrowisata yaitu.....kutabawa/serang (krreja), kdbenda/pelumutan (kemangkon), wirasaba (bukateja)....... termasuk wisata sejarah
- pembuatan jembatan penghubung penguat roda perekonomian......kedungbenda (kemangkon)
- pembuatan wisata sungai serayu/Serayu-Klawing River center (untuk desa di kec Kemangkon)
.........daerah perbatasan perlu diperhatikan dan dikembangkan dengn tidak menganakemaskan ........
12 June 2010
yang tersisa dari pilkada 2010
pilkada telah usai dengan kemenangan di satu pihak dan kekalahan di pihak lainnya, tapi beberapa hal yang tersisa dari pilkada ada dalam benak saya yaitu
untuk memperoleh kemenangan perlu adanya beberapa hal yang kudu dipenuhi....
dukungan pemilih itu jelas tapi awalnya perlu ada sosialisasi, dengan adanya team sukses yang solid dan terpercaya.... beberapa kasus menunjukkan adanya team sukses yang hanya cari duit ujung-ujungnya yaa kalah lah, selanjutnya kelancaran dana kampanye( buat kelancaran kampanye seperti uang rokok, uang hadir, dan uang makan, mungkin juga uang partisipasi dan kehadiran) kalau tiada hal itu bisa dipastikan pendukung akan lari kekontestan lain.
disini rakyat tidak suka diiming-imingi uang tapi uang yg asli tidak sekedar iming-iming, beberapa faktor lain juga mendukung seperti mesen partai (itung-itungan data) tapi ini tidak menjamin adanya kemenangan tapi tetap berpengaruh....untuk daerah basis partai tertentu jangan harap ada partai lain masuk kecuali dg serangan fajar.
eh iya faktor birokrasi sangatlah besar, bila dalam suatu kasus ada lebih dari satu kontestan dari birokrasi maka tinggal seberapa kuat kampanye dan cash flow (lancarnya duit), atau bila tidak ya, bisa disambar yang dari swasta.
kemudian titel, secara tidak serius beberapa orang masih melihat titel sebagai parameter, ada yang bilang.... "masa dari dulu minimal drs. la kok sekarang malah lulusan sma...ya turun derajat ya"
faktor kepopuleran jelas mendukung karena itulah modal, jadi seberapa energi yg harus dilepaskan orang populer lebih kecil dari pada yang tidak dikenal orang.
biasanya anjangsana ke daerah-daerah sangat perlu... beberapa hal yang dilupakan adalah mengunjungi wilayah yang ada masalah tapi sudah lama, sehingga membuat tingkat golput naik.
ada juga faktor dukungan sang bupati terdahulu, biasanya kalau Ia sangat populer maka ucapanya biasanya akan di setujui para pendukungnya yang banyak itu...
sang bupati biasanya mempunyai anak emas sebagai calon penggantinya, ia punya hak melarang anak buahnya (birokrat) untuk nyalon sebagai bupati atau wakil, so bisa ditebaklah agar suara birokrat jadi bulattt.
and faktor mistis juga masih dipercaya beberapa kalangan, seperti.....pada malam coblosan ada sekumpulan paranormal dari calon yang diperkirakan leading berdoa mojok agar hujan sepanjang hari agar team sukses lain tidak bisa mbagi-bagi uang dengan serangan fajarnya...dan ini sepertinya suksesss.
selain itu faktor dukungan dari keluarga besar di daerah itu akan berpengaruh juga karena mereka pasti punya basis masa.
tapi, yang penting adalah bagaimana kiprah sang bupati terpilih selanjutnya
(kita lihat saja)
Subscribe to:
Posts (Atom)